Index Artikel

Implementasi kurikulum fisika bernuansa afektif-nilai (antara harapan dan kenyataan)



Kecenderungan memberi muatan nilai pada mata pelajaran dengan domain moral seperti pendidikan Agama serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan(PPKN) akhir-akhir ini memang sedang digalakkan. Bahkan The International of Education (IBE) sebagai salah satu devisi pada Unesco sudah merekomendasikan ke negara-negara peserta untuk melakukan beberapa penyensuaian materi pendidikan kearah materi bernuansa efektif sebagai upaya menyiapkan lulusan yang adptif sehingga mampu menghadapi tantangan abad 21. Rekomendasi IBE ini terdiri dari empat pilar materi pendidikan yang perlu diprioritaskan di sekolah yaitu learning to know learning to do learning to be dan learning to live together. Setelah di telusuri elaborasinya secara cermat ternyata ke empat pilar ini banyak menyentuh domain afektif sikap dan nilai khususnya pada pilar ke empat. Ikhwal kurikulum 1994 khususnya mata pelajaran kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) termasuk fisika pada dasarnya sudah bermuatan nilai. Barangkali Implementasinya yang masih menimbulkan permasalahan di lapangan. Hambatan implementaasi ini di duga karena aspek input instrtumental (kecuali input kurikulum) belum optimal menyediakanpeluang yang berorientasi pada pembentukan nilai siakap dan nilai positif. Buktinya meskipun pembiasaan sikap jujur sebagai pengenjawantahan Scienitif attitude perlu di kembangkan pesan garis-garis besar program pengajaran (GBPP) Fisika Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) kurikulum 1994 ini ternyata belum optimal didukung materi buku paket.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
370.7 JUR
No Reg
-
Penerbit Jurnal Pendidikan dan kebudayaan (Balitbang. Depdiknas) : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 157-168
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 22. Vol. 5 Maret-2000
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini