

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-118">
 <titleInfo>
  <title>Pendidikan budi pekerti di sekolah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Supriyoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal pendidikan dan Kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 17-24</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pentingnya budi pekerti di sekolah akhir-akhir ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat luas dan orang tua siswa. Hal ini disebabkan oleh dua argumentasi  Pertama  makin banyaknya anak dan remaja (sekolah) yang melakukan tindakan asosial di masyarakat  kedua  semakin banyaknya lembaga keluarga yang kurang berhasil menjalankan fungsinya untuk menanamkan budi pekerti kepada anak. Dalam beberapa kali pertemuan di tingkat duniapun  isu pendidikan budi pekerti di sekolah senantiasa mendapat ruang pembahasan karena isu seperti masalah negara-negara dunia pada umumnya. Khususnya di Indonesia  terdapat dua pendapat mengenai kedudukan pendidikan budi pekerti di sekolah  yaitu  pendidikan budi pekerti sebagai mata pelajaran tersendiri  dan pendidikan budi pekerti tidak sebagai mata pelajaran tersendiri  melainkan materinya masuk dalam mata pelajaran lain yang sudah ada. Di dalam tulisan ini disajikan beberapa argumentasi mengenai pendapat kedua  yaitu pendidikan budi pekerti tidak sebagai mata pelajaran tersendiri.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PENDIDIKAN WATAK&#13;</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-118</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2007-01-11 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2007-01-11 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>