

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-200">
 <titleInfo>
  <title>Menggusur kurikulum padat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Masdjudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>P Jurnal pendidikan dan kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 1-9</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak kurikulum 1994 diberlakukan  kritikan tidak henti-hentinya di tujukan terhadap kurikulum tersebut. Salah satu yang paling di permasalahkan adalah padatnya isi kurikulum tersebut  sehingga guru tidak sempat berbuat lain kecuali mengejar target kurikulum yang harus diselesaikan tiap akhir caturwulan. berkaitan dengan siswa  banyak yang menilai bahwa beban belajar semakin meningkat apalagi jika tiap mata pelajaran ada pekerjaan rumah (PR) atau tugas lai seusai jam sekolah  sehingga hal ini mengakibatkan siswa kehilangan masa kanak-kanak atau masa remajanya. Dari hasil evaluasi kurikulum  tidak semua mata pelajaran padat isi  tetapi sangat tergantung pada kelas dan cawu yang masing-masing beda beban belajarnya. Sebenarnya kurikulum yang rampingpun bukan jaminan karena pada pelaksanaannya masih memungkinkan padatnya kegiatan pada pembelajaran. Banyak faktor yang menyebabkan kurikulum dan pelaksanaannya menjadi padat. Artikel ini mencoba mengulas apa dampak padatnya kurikulum pada pembelajaran  apa yang menyebabkan kurikulum menjadi padat  dan beberapa saran pemecahannya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KURIKULUM</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR 18-20</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-200</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>