Index Artikel

Menggusur kurikulum padat



Sejak kurikulum 1994 diberlakukan kritikan tidak henti-hentinya di tujukan terhadap kurikulum tersebut. Salah satu yang paling di permasalahkan adalah padatnya isi kurikulum tersebut sehingga guru tidak sempat berbuat lain kecuali mengejar target kurikulum yang harus diselesaikan tiap akhir caturwulan. berkaitan dengan siswa banyak yang menilai bahwa beban belajar semakin meningkat apalagi jika tiap mata pelajaran ada pekerjaan rumah (PR) atau tugas lai seusai jam sekolah sehingga hal ini mengakibatkan siswa kehilangan masa kanak-kanak atau masa remajanya. Dari hasil evaluasi kurikulum tidak semua mata pelajaran padat isi tetapi sangat tergantung pada kelas dan cawu yang masing-masing beda beban belajarnya. Sebenarnya kurikulum yang rampingpun bukan jaminan karena pada pelaksanaannya masih memungkinkan padatnya kegiatan pada pembelajaran. Banyak faktor yang menyebabkan kurikulum dan pelaksanaannya menjadi padat. Artikel ini mencoba mengulas apa dampak padatnya kurikulum pada pembelajaran apa yang menyebabkan kurikulum menjadi padat dan beberapa saran pemecahannya.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
370.7 JUR 18-20
No Reg
-
Penerbit P Jurnal pendidikan dan kebudayaan : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 1-9
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 18. Vol. 5 Oktober-1999
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini