

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-203">
 <titleInfo>
  <title>Model evaluasi kurikulum penerapannya pada kurikulum muatan lokal</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suwandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal pendidikan dan kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 37-54</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Evaluasi kurikulum merupakan salah satu langkah dalam siklus pengembangan kurikulum. Oleh karena itu  pemahaman suatu model yang diperkenalkan oleh para ahli tentang evaluasi kurikulum tersebut merupakan suatu keharusan bagi para pengembang kurikulum. Melalui sekian banyak jenis model yang diperkenalkan oleh para ahli  para pengembang kurikulum dapat memilih model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi  karakter dan sebagainya dengan kurikulum yang akan dievaluasi. CIPP (context  input  proces  produc) dari Stufflebean merupakan salah satu model evaluasi kurikulum yang sesuai dengan evaluasi kurikulum muatan lokal sebab muatan lokal merupaka kurikulum baru yang lengkap. Dalam arti dimulai darineed assesment sesuai kebutuhan masyarakat. Penyusunan perangkat kurikulum  uji coba pelaksanaan dan pelaksanaan itu sendiri  evaluasi kurikulum  dan kembali ke penyempurnaan perangkat kurikulum sesuai masukan hasil evaluasi. Apabila di lihat dari masalah yang akan di cari jawabannya dalam evaluasi kurikulum ini adalah mengapa terjadi ketidak sesuaian antara tujuan mata pelajaran dengan hasil belajjar siswa. Dalam ciri pengembang kurikulum dan masalah seperti itulah kiranya model CIPP merupakan model yang sesuai. Ternyata hasil evaluasi kurikulum model CIPP memberikkan masukan yang optimal dalam pengambilan keputusan. Terjadinya kesenjangan antara tujuan dengan hasil belajar siswa  disebabkan guru kurang memahami apa dan bagaimana pembelajaran serta evaluasi untuk pembelajaran yang berkarakteristik afaktif (penanaman nilai-nilai) seperti halnya kurikulum muatan lokal mata pelajaran PLKJ. </note>
 <subject authority="">
  <topic>KURIKULUM - EVALUASI</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR 18-20</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-203</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>