Index Artikel

Pelaksanaan kurikulum muatan lokal merupakan suatu tantangan



Kurikulum nasional baik untuk pendidikan dasar maupun pendidikan menengah memiliki peranan penting di sektor pendidikan karena mewadahi bahan ajar yang merupakan salah satu aspek untuk menentukan kualitas anak didik yang akan bermuara pada kualitas bangsa. Karena itu kurikulum selalu mendapatkan perhatian pemerintah agar anak didik berkualitas dan dapat mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Untuk mencapai hal tersebut perubahan demi perubahan sudah dilakukan tetapi satu hal yang masih belum terjangkau dari dampak perubahan kurikulum nasional adalah pemanfaatan potensi daerah. Pemerintah menyadari akan hal ini sehingga mulai tahun 1990 ada gagasan untuk menyusun kurikulum yang dapat mengakomodasikan bahan ajar yang sesuai dengan keadaan di daerah setempat. Kurikulum yang mengarah pada pemanfaatan potensi daerah tersebut disebut Kurikulum Muatan Lokal atau disingkat mulok dan berlaku sejak tahun 1994 di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Ada keuntungan dan hambatan dengan diberlakukanya mulok di stiap propinsi. Namun hambatan tersebut tidak perlu dianggap sebagai masalah yang akan menghentikan program desentralisasi tetapi harus dianggap sebagai tantangan dan perlu dicarikan cara penyelesaiannya agar program tersebut berjalan dengan baik.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
370.7 JUR 18-20
No Reg
-
Penerbit Jurnal pendidikan dan kebudayaan : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 112-122
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 18. Vol. 5 Oktober-1999
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini