

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-214">
 <titleInfo>
  <title>Standardisasi soal Ebtanas</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hayat, Bahrul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal pendidikan dan kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p.49-55</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) dirancang sebagai sistem ujian yang bersifat nasional (eksternal evaluation) dimana kebijakan umum dan teknis penyelenggaraan mengacu kepada suatu prosedur baku. Pencapaian fungsi dan peran Ebtanas sangat ditentukan oleh tingkat kredibilitas Ebtanas. Sebagai suatu sistem ujian  kredibilitas Ebtanas dibangun oleh 4 aspek yaitu mutu bahan ujian  pelaksanaan dan pengawasan ujian  pemeriksaan hasil ujian  daya guna hasil ujian. Makalah ini mengkaji aspek bahan Ebtanas serta strategi untuk meningkatakan mutu bahan Ebtanas. Beberapa permasalahan mutu soal yang masih dirasakan saat ini adalah 1) validitas isi tes  2) teknis mutu soal  3) rendahnya jenjang kognitif yang diukur  4) aspek didaktif soal. Upaya peningkatan mutu soal Ebtanas dilalukan melalui standardisasi agar menghasilkan soal-soal yang bermutu. Dengan sistem bank soal  penyimpanan dan pegambilan soal membuat soal-soal menjadi siap pakai. Mutu soal ditentukan oleh profesionalisme ketenagaan dalam penulisan dan penelaahan soal. Pengembangan profesionalisme tenaga harus segera dilakukan. Agar tolak ukur mutu akademik lulusan seperti yang diharapkan  diperlukan kompetensi minimal yang dirumuskan secara baku. Dari upaya-upaya tersebut  hal yang lebih penting lagi yaitu adanya komitmen pengambil kebijakan terhadap usaha penyempurnaan ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>EVALUASI BELAJAR (EBTANAS)</topic>
 </subject>
 <classification>370.7 JUR 18-20</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-214</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-09-25 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>