

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-217">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Akhmad, Abdul Manan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Jurnal pendidikan dan kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 83-109</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini menyajikan informasi hasil analisis data tentang komposisi sebaran dan pergeseran kelas mutu SMU tahun 1993/94-1995/96 dan proyeksinya tahun 1996/97-2001/2. Analisis komposisi sebaran dan pergeseran kelas mutu tersebut dilaksanakan dengan acuan klasifikasi sekolah berdasarkan rata-rata nasional Nilai Ebtanas Murni (NEM)  yaitu  sangat baik (A)  baik  (B)  sedang (C)  kurang (D)  dan sangat kurang (E). Komposisi sebaran di gambarkan secara absolut dan relatif pada masing-masing kelas mutu tersebut. Sedangkan pergeserannya di gambarakan melalui perubahan kelas mutu dari waktu ke waktu secara empirik  yaitu   (1) pergeseran maju-PMU  (2) pergeseran mundur-PMR  dan (3) statusquo-SQ. PMU terjadi apabila kecenderungan pergeserannya bergerak dari kelas bawah bergeser maju lintas kelas ke kelas atas  misalnya dari kelas C ke kelas B atau A. PMR terjadi apabila kecenderungan pergeserannya bergerak dari kelas atas bergeser mundur lintas kelas ke kelas bawah  misalnya dari kelas A ke kelas B atau C. Sedang SQ terjadi apabila terjadi kecenderungan pergeserannya maju atau mundur masih di dalam batas satu kelas  misalnya tetap di kelas A ke kelas B atau masih di dalam batas satu kelas  misalnya tetap di kelas A B C D  atau E. Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi sebaran SMU condong lebih berat pada mutu kelas bawah (D E) dengan PMU PMR dan SQ. Untuk itu perlu dibuat proyeksi komposisi sebaran dan pergeseran kelas mutu SMU yang dapat dijadikan pedoman dalam pembuatan keputusan berkenaan pilihan intervensi kebijaksanaan yang sistematis dalam upaya peningkatan mutu SMU sekaligus sebagai acuan dalam penilian aktivitasnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SEKOLAH LANJUTAN ATAS - EVALUASI</topic>
 </subject>
 <classification>307.7 JUR 18-20</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-217</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-09-26 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-09-26 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>