

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-239">
 <titleInfo>
  <title>Reorientasi dan rekontruksi paradigma lama pendidikan kewarganegaraan menuju Indonesia baru</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cholisin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Cakrawala pendidikan : majalah ilmiah kependidikan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 238-245</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paradigma lama Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)  lebih diorientasikan pada pengembangan nilai moral yang kabur dan tidak jelas akar keilmuannya  dan lebih diorientasikan untuk mendukung kepentingan rezim orde baru mempertahankan status quo. Seiring dengan perubahan politik dari otoriterisme ke demokratisasi untuk menuju Indonesia Baru (civil society)  paradigma lama mengalami anomali yang memuncak pada krisis eksistensi PKN. Untuk mengatasi krisis tersebut  perlu dimunculkan paradigma baru PKN  yaitu paradigma yang diharapkan dapat mengatasi  masalah-masalah yang tidak mampu diatasi paradigma lama PKN dan juga yang sejalan dengan Indonesia Baru. Sosok paradigma baru PKN pada dasarnya dikontruksi berdasarkan pemikiran antitesis terhadap paradigma lama PKN. Sosok paradigma baru dihasilakan adalah yang bercirikan  pertama  kuat orientasi keilmuannya  dalam arti dikembangkan berdasarkan topik-topik keilmuan dari ilmu politik  hukum dan ekonomi serta ilmu sosial lain yang relevan. Juga dikembangkan terutama berdasarkan ilmu sosial emansipasi. Meskipun demikian harus tetap berorientasi pada anak didik. Kedua  berorientasi secara kuat untuk pemberdayaan warga negara  pengembangan budaya politik kewarganegaraan  dan mengembangkan sikap kritis dan kreatif warga negara. Paradigma baru PKN yang demikian  akan mampu mendorong berkembangkannya masyarakat madani sebagai masyarakat Indonesia Baru dan juga tidak rentan terhadap perubahan rezim.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PENDIDIKAN MORAL</topic>
 </subject>
 <classification>378.0405 CAK 20</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-239</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-10-03 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-10-03 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>