Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Sinetron feminisme dan sosiologi
Dalam konteks pemahaman akademis tentang feminisme dan sosiologi ada baiknya kita memakai metafora asam dan garam untuk memberi gambaran bahwa dasar berpijak keduanya memamng sangat berbeda. Sosiologi sangat enggan menerima logika-logika feminisme. Sementara kalangan deminisme sangat ingin diterima dalam khasanah akademis arus utama . Pemikiran sosiologi feminis seperti yang diungkapkan Dorothy Smith adalah salah satu upaya pemikir feminis untuk memasukkan pandangan feminisme ke dalam lingkup itu. Smith mengembangkan konsep dan pemikiran yang bisa meletakkan masalah remeh-remeh seperti sinetron menjadi unsur penting di dalam kajian akademis. Pertemuan asam garam feminisme dan sosiologi menjadi semakin lengkap ketika sebagian pemikiran Helene Cixous digunakan untuk membantu menyadarkan dan memberdayakan perempuan.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
305.4 JUR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Jurnal Perempuan untuk pencerahan dan kesetaraan : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 79-90
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 48. Vol. Juli-2006
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain