Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Optimasi teknik fermentasi dan pemilihan konsorsium mikroorgasnisme yang berperan dalam pembuatan tempe khas Malang
Ada perbedaan kualitas tempe kedelai dari beberapa orang pengrajin tempe di Malang ditinjau berdasarkan aroma warna rasa dan kadar protein. Ada perbedaan daya tahan tempe Malang yang disimpan pada suhu kamar berdasarkan lama waktu penyimpanan ditinjau berdasrkan kualitasnya. Ada perbedaan daya tahan tempe Malang yang disimpan pada suhu rendah berdasarkan lama waktu penyimpanan ditinjau berdasarkan kualitasnya. Teknik fermentasi yang menghasilkan tempe dengan kualitas terbaik adalah dengan waktu inkubasi selama 36 jam dan tempe ditindih dengan tripleks selama masa inkubasi. Teknik fermentasi yang menghasilkan tempe Malang dengan daya tahan simpan paling lama pada suhu rendah (dalam freezer) ditinjau berdasarkan kualitasnya ialah teknik fermentasi F untuk tekstur sedangkan aroma teknik fermentasi B untuk warna teknik fermentasi C dan D untuk rasa teknik fermentasi E. Adapun untuk kadar protein terendah ialah teknik fermentasi D.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
378.1 FOR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Bagian Serial Forum Penelitian: Jurnal Teori dan Pratek Penelitian Lemlit UM : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 154-175
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 2. Vol. 18 Desember-2006
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain