

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-34633">
 <titleInfo>
  <title>makna simbolis hiasan wayangan pada atap rumah tradisional kudus</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suwarno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Patra Widya; Seri Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 191-197</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada hakekatnya pendirian bangunan rumah tidak hanya melibatkan aspek ekonomi saja  tetapi tersirat juga struktur sosial dan praktek ritus religius yang berkaitan dengan dunia lain. oleh karen itu sistem mendirikan rumah tidak begitu saja terjadi tanpa menghiraukan nilai-nilai psikologis dan spiritual. Dalam kehidupan orang Jawa suatu paham  bahwa rumah tempat tinggal akan memberikan kebahagiaan lahir batin bagi pemiliknya atau penghuninya. Oleh karena itu dalam menempati suatu bangunan rumah  pada umumnya pemilik rumah berusaha untuk mendapatkan rasa senang  aman dan nyaman. Untuk mendapatkan kesemuanya itu pemilik rumah biasanya berusaha memberi keindahan pada bangunan rumah tempat tiggalnya dengan memasang  hiasan baik yang bersifat konstruksional maupun yang tidak. Pada rumah tradisional Kudus  hiaan itu bersifat konstruksional  yaitu diwujudkan dalam bentuk genteng wuwung yang dibuat dengan tanah liat. Hiasan semacam itu oleh penduduk setempat disebut hiasan wayangan. Hiasan wayangan pada atap rumah tradisional Kudus di samping berfungsi praktis dan estetis  ternyata juga mempunyai makna simbolis.</note>
 <subject authority="">
  <topic>RUMAH TRADISIONAL, SIMBOL - KUDUS</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-34633</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2009-10-15 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2009-10-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>