Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Adaptasi kultural melawan marjinalitas dalam era pembangunan nasional: kasus masyarakat perantau Minangkabau
Masyarakat dan kebudayaan tradisional - lokal di Indonesia dalam perkembangannya menghadapi pembangunan sebagai bentuk dominasi pusat yang dipandang modern - nasional. Sebagaimana dikatakan Dove (1983). bahwa kebudayaan tradisional - lokal dalam pembangunan nasional mengalami marjinalisasi. Pendapat ini diperkuat Tsing berdasarkan studinya pada Suku Dayak - Meratus. Ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar karena berdasarkan studi perkotaan terhadap masyarakat dan kebudayaan Minangkabau melalui tradisi merantaunya ke kota-kota besar (urbanisasi) berhasil melakukan kontra marjinalitas. Dalam hal ini Pelly (1994) berjasa dalam memberi pemahaman terhadap reinterpretasi kultural Minangkabau. Berdasarkan bahan dari Pelly tersebut dilontarkan gagsan yang diharapkan pada pendapat Dove dan Tsing.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
378.05 ILM
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Ilmu Pengetahuan Sosial (Jurnal IPS dan Pengajarannya. FPIPS. IKIP MALANG) : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 182-190
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 2. Vol. tahun 33 Desember-1999
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain