

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35687">
 <titleInfo>
  <title>Kurikulum Muatan Lokal (berwawasan lokal berstandar nasional)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>H. Mukayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Sejarah Kajian Sejarah dan pengajarannya: Jurnal Fakultas Satra Universitas Negeri Malang</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 20-32</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan kurikulum sejarah nasional dan umum tidak dapat terlepas dari faktor eksternal dan internal. Isu global yang bersamaan dengan kemajuan tegnologi informasi serta otonomi daerah mempengaruhi perkembangan kurikulum sejarah. Kurikulum nasional yang disusun antara lain berdasarkan kompetensi dasar  yang berwujud dalam bentuk Standar Internasional  akan memberikan peluang luas kepada daerah untuk mengembangkan muatan lokal dalam pembelajaran sejarah  sesuai dengan kondisi serta ciri khas geo-eko-sosio-kultural serta historitas masing-masing daerah. Daklam mengembangkan kurikulum sejarah muatan lokal dapat dikemas dalam wadah sejarah lokal sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri atau dapat pula dengan cara menjabarkan dan menambah kajian dari GPPP mata pelajaran sejarah. Untuk dapat mengembangkan sejarah lokal dengan baik perlu kiranya tetap menggunakan pendekatan-pendekatan yang berlaku dalam sejarah nasional yaitu faktual  prosesual  pemecahan masalah  dan tematis. Pendekatan yang terakhir ini (tematis) memerlukan perkembangn sejarah tematis (sejarah sosial  sejarah ekonomi  sejarah perkebunan  sejarah peradaban  dsb)  yang dapat di pilih sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Selain memperhatikan pendekatan-pendekatan tersebut kiranya perlu pula mencermati arah materi sejarah yang bersifat Indonesia sentris  arah gerak sejarah bangsa Indonesia yang semula ditentukan oleh kaum elit/ penguasa  menuju ke gerak sejarah yang tidak hanya di tentukan oleh kaum penguasa  tetapi oleh rakyat Indonesia. Dalam menghadapi tantangan pembelajaran sejarah yang demikian ini peran guru sejarah benar-benar menentukan baik sebagai pelaksana kurikulum maupun sebagai pengembang kurikulum sejarah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KURIKULUM MUATAN LOKAL</topic>
 </subject>
 <classification>905.598221 SEJ</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35687</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-03 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-03 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>