

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35691">
 <titleInfo>
  <title>Kontekstualitas pembelajaran sejarah (gagasan bagaimana meramu materi di era otonomi daerah?)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukamto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Sejarah Kajian Sejarah dan pengajarannya: Jurnal Fakultas Satra Universitas Negeri Malang</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 71-85</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Carut marut kepolitakan Indonesia yang diperankan oleh para elit pusat  seharusnya dapat dikembalikan dalam ranah pendidikan pada beberapa dasawarsa yang lalu. Artinya bahwa kebobrokan  compang-campingnya moralitas dan etika para elit adalah produk dunia pendidikan. Itu semua harus dianalisis dan ditemukan bahwa salah satu biang keroknya adalah gagalnya dunia pendidkan. Periode Orde lama meletakan prioritas utamanya adalah dunia politik dan diakhiri dengan krisis politik tahun 1965   Jaman Orde Baru menempatkan ekonomi sebagai panglima dan berakhir dengan krisis ekonomi dan memuncak pada krisis multidimensional. Sudah saatnya era reformasi memprioritasnya dunia pendidkan agar Indonesia mendatang dikelola oleh orang-orang yang moralitas dan etikanya tinggi. Persoalan itu semua dapat di cari jawabanya  diawali dengan merancang pembelajaran sejarah yang kontekstual  kemudian pendidikan kontekstual  yang mandiri dan demokratis dalam bebagai aspeknya. Pendidikan dengan berbagai aspeknya adalah aset dan sekalugus cermin kepolitikan dimasa depan. Massivikasi dam massalisasi bahkan kapitalitas pendidikan yang meninggalkan esensi rambu-rambu pendidikan akan menjadi petaka bagi kita semua.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SEJARAH-PEMBELAJARAN KONTEKSTUALISASI</topic>
 </subject>
 <classification>905.598221 SEJ</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35691</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-04 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-04 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>