Index Artikel

Kedudukan sejarah lokal dalam Lingkup sejarah Nasional (studi konstribusi sejarah kota Malang terhadap sejarah Nasional Indonesia)



Teori kritis merupakan salah satu dari teori sosiologi yang dikenal dengan teori kritik masyarakat. Teori ini bermaksud untuk mengubah masyarakat baik secara ontologis epistemologis maupun aksiologis. Teori secara dialektis merupakan perkembangan lajut dari teori tradisisonal. Teori kritis dikaji melalui dialektika antara teori kritis dengan teori tradisional disamping itu ia juga bermaksud membongkar kedok-kedok teori tradisionalperaturan pengetahuan dengan kepentingan. Bila teori tradisional dibangun oleh Aguste Comte Rene Descartes dsb maka embrio teori kritis dapat ditelusuri sejak Immanuel Kant G.W.F Hegel Adorno awal sampai dengan pewaris dan pembaharunya Horkheimer dan Jurgen Hambermas. Hambermas sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi yang bebas menjadi bagian integral pembangunan teori kritis manakala ia menghendaki emansipatoris dari padanya. Dengan menyimak realitis empirik dalam bentuk krisis ekonomi politik dan kepercayaan serta respon mahiswa dalam bentuk demo-revormasi di Indonesia dewasa ini diakhiri dengan tumbangnya pemerintah Soeharto sekaligus sebagai awal dari reformasi dicoba dianalisis dengan teori kritis. Hasil analisa ditemukan kaitan antar teori kritisis disatu pihak dengan realitas sosial dipihak lain. Disamping itu juga didapatkan gambaran yang jelas tentang persn emasipasi dari teori kritis itu sendiri.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
905.598221 SEJ
No Reg
-
Penerbit Bag. Serial Sejarah Kajian Sejarah dan pengajarannya: Jurnal Fakultas Satra Universitas Negeri Malang : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-17
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 9 februari-2003
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini