

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35838">
 <titleInfo>
  <title>Entomopatogenitas metarrhizium anisopliae terhadap mortalitas periplaneta americana, L. (orthoptera blattidae)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Didik Priyandoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Chimera: jurnal biologi dan pengajaranya FMIPA Universitas Negeri Malang</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 43-49</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecoa (periplaneta americana) dikenal sebagai hama rumah yang palinh utma di asia tenggara dan negara tropis lainya. Kecoa juga merupakan vektor dari bermacam-macam virus partogen  bakteri  protozoa dan heliminthes. Beberapa jenis penyakit yang diperantarai oleh kecoa antara lain  TBC  Cholera  Amuibiasis  Disentri dan typhoid. Metode yang paling umum digunakan dalam memberantas kecoa adalah dengan menggunakan pestisida kimia (insektisida). Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan dampak yang negatif terhadap lingkungan  manusia  hewan lain  juga dapat mengakibatkan resistensi patogen.Dalam mendukung terciptanya kelestarian alam dan lingkungan  perlu diupayakan suatu cara pengendalian yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan  yaitu dengan menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu komponen dalam PHT ini adalah dengan menggunakan agensia hayati dari jamur entomopatogenik seperti jamur metarrhizium anisopliae yang telah berhasil dalam menekan populasi hama kumbang kelapa (oryctes rhinoceros). Oleh karena itu  dilakukan penelitian bagaimanakah pengaruh pemberian metarrhizum anisopliae dengan konsentrasi yang berbeda terhadap mortalitas kecoa. Pada penelitian ini dipakai kecoa yang telah dewasa dan telah dialkimatisasi selama 1 hari. Dalam penelitian ini terdapat 7 perlakuan  yaitu larutan jamur metarrhizum anisopliae dengan konsentrasi 0%  0.2%  0.5%  0.7%  1%  3%  dan 5% dalam gram/volume. Pelarut yang dipakai adalah minyak kelapa. Larutan tersebut diberikan dengan cara penyemprotan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian larutan jamur metrrhizium anisopliae pada konsentrasi 5% mengakibatkan mortalitas paling tinggi yaitu sebesar 60%. Secara keseluruhan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian larutan jamur metarrhizium anisopliae dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh secara signifikan terhadap mortalitas pariplaneta americana.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KECOA - MORTALITAS</topic>
 </subject>
 <classification>574.05 CHI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35838</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-11 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-11 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>