

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35884">
 <titleInfo>
  <title>Pengbdian dan Pemikiran KPH. Brongtodiningrat dalam bidang seni tari klasik gaya Yogyakarta</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhatno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-56</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KPH. Brotodiningrat adalah seorang empu tari klasik Yogyakarta yang dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1896 di Yogyakarta. Ia putra KRT. Susrodipuro uga seorang penari dan Abdi Dalem Keraton Yodyakarta. Sejak masuk sekolah sudah senang manari dan belajar menari di Kraton Yogyakarta di bawah bimbingan RL. Prawirodiprojo  ML. Cokroguno. KPH. Brongtodiningrat berhasil menjadi penari yang baik sebetulany bakat asuhan R R Kartoadmojo. Masuk menjadi abdi dalem Kraton Yogyakarta pada tahun 1910 dengan nama RM. Prawirowigondo. Kemudian pada tahun 1915 menjadi bekel dengan nama RB Prawirowigondo. Pada tahun 1917 menikah dengan BRAy. Mursidah putri Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Pernikahan kedua kalinya ini disebabkan istri pertamanya meninggal dunia. Selanjutnya pada tahun 1972 KRT. Brongtodiningrat menjadi Pangeran Sentana dengan nama KPH. Brongtodiningrat. Karier sebagai guru tari dimulai thun 1934 di Kraton Yogyakarta. Meskipun menari telah dirintis jauh sebelum itu. Pertama kali pentas di nDalem Mankubumen sebagai Bidadari dan Ratu Ayu. Sejak itu sering pentas seperti pagelaran Mandra Wanara di nDalem Sosrodipuran  juga Bedaya Srimpi dan tari Golek di Kraton Yogyakarta. Beksan Eteng di Kraton Surakarta dan tari Golek di Pura Mangunegaran. Keculi itu setiap Kraton Yogyakarta mengadakan pagelaran Wyang Wong KPH. Brotodiningrat meninggal pada tanggal 5 Desember 1977. Jenazah KPH. Brotodininrat  dimakamkan di makam keluarga Pasareyan Kedhaton Saptarengga Imogiri berdampingan dengan kedua istrinya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SENI TARI KLASIK</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35884</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-15 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>