Index Artikel

Pertunjukan wayang kulit Studi terhadap peran Bancak dalam pementasan Wayang Kulit



Wayang kulit atau purwa bagi masyarakat Jawa khususnya telah dikenal sejak jaman dahulu. Pada mulanya wayang di pentaskan dengan instrumen yang sederhana. Kemudian sejalan dengan perkembangan jaman pementasan wayang kulit atau purwa mengalami banyak perkembangan. Perkembangan yang terjadi tidak hanya dalam cerita tetapi juga instrumen lain seperti tokoh wayang musik pengiring pencahayaan(lampu) lagu-lagu penyanyi bahkan sampai pada pembantu dalang. Kalau kita mengenal wayang biasanya kita akan terfokus pada dalang cerita atau bahakan para penyanyi atau sinden. Pendukung lain biasanya kurang mendapat perhatian tetapi sebenarnya pendukung-pendukung lain itu tidak kalah pentingnya dalam membentuk suata kesatuan dalam pementasan wayang kulit atau purwa. Salah satu pendukung yang ditemukan pada akhir-akhir ini adalah keberadaan pembantu dalang atau bancak. Dari segi istilah pembantu dalang dapat ditemui beberapa istilah yang digunakan di antaranya adalah glibet panjak serta bancak. Sebenarnya keberadaan pembantu dalang di dalam pementasan wayang kulit merupakan pendukung dalam satu kesatuan pementasan wayang kulit keberadaanya tidak dapat di gantikan oleh orang laian mana kalah sang dalang tidak menghendaki. Keberdaan bancak hanya ada satu orang dan biasanya tidak digantikan oleh orang lain. Agar keberadaan bancak dalam perannya sebagai pembantu dalang dapat berjalan lancar dan awet maka perlu adanya jalinan hubungan yang harmonis antara dalang dan bancak. Hubungan dalng dan bancak dalam wayang kulit dapat dikatakan dwi tunggal dalam pengertian antara tuan dan abdi yang menyatu. Seorang bancak harus mengerti tugasnya sebagai pelayan dalang. Oleh karena peranya yang penting tersebut maka dalam penelitian mengenai bancak ini mencoba untuk mengemukakan peran bancak dalam pementasan wayang kulit. Seorang bancak dalam posisisnya sebagai abdi dalam etika Jawa tidak akan mengundurkan diri selama masih dipercaya atau di pakai oleh tuanya. dalam hal ini adalah dalang. Hubungan yang erat itu tidak hanya tercermin dalam pementasan saja tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari mereka sehingga terbentuklah hubungan yang saling menuntungkan di antara mereka.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
905.072 PAT
No Reg
-
Penerbit Bag.Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 145-172
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 17 Maret-2007
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini