

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35894">
 <titleInfo>
  <title>Tarian Kethek Ogleng sajian khas wisat Wonogiri:</title>
  <subTitle>Suatu kajian sejarah seni pertunjukan.</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Retna Astuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta  	</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 273-297</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesenian kethek ogleng merupkan salah satu kesenian trdisional di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah yang perlu dilestarikan  karena kesenian ini masih diperlukan pada kehidupan masyarakatnya. Namun saat ini apabila melihat kesenian kethek ogleng maka dapat dikatakan bahwa  kesenian ini sangat memperihatinkan kelestariannya. Apabila tidak ada yang membimbingnya tentu kesenian ini akan punah. Itulah sebabnya peran pemerintah sangat diharapkan apabila bisa membantu kelangsungan hidup kesenian ini. Pada saat ini pelaku seni sedang dalam dilema yang sangat pelik dan berat. Di satu sisi harus hidup dan menghidupipara pelaku seni itu sendiri  sedangkan disis lain harus mempertahankan nilai-nilai tradisi yang melekat pada kesenian yang bersangkutan. Oleh karena itulah maka kiranya perlu dicarikan solusi agar kesenian-kesenian itu bisa tetap hidup  lebih-lebih pada kondisi saat ini. Salah satu alternatif untuk bisa mempertahankan hidupnya yaitu dengan meminimalis pertunjukan kesenian. Bentuk penyelenggaraan kesenian ini mau tidak mau harus dikurangi baik durasi pertunjukannya  maupun para penari dan pengrawit-nya. Namun untuk meminimkan jumlah pemeran pertunjukan yang tidak mudah. Hal ini disebabkan karena ikatan keanggotaan kesenian itu cenderung pada ikatan emosional dan perkembangan yang berkesinambungan baik melalui jalur pendidikan formal  non formal maupun melalui proses sosialisasi melalui berbagai kegiatan antara lain peringatan hari jadi  peringatan hari-hari besar nasional dan lain sebaginya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SENI TARI (KETHEK OGLENG) - WONOGIRI</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35894</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-16 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-16 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>