Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
Kehidupan sosial ekonomi pada rumah tangga "BARA" di desa Jambakan, Kecamatn Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Di des Jambakan Bayat Klaten Jawa Tengah terdapat kelompok masyarakt petani yang jumlahnya cukup besar meninggalkan desanya pergi ke kota. Kegiatan ini disbut Bara dengan tujuan utamany mencari nafkah/penghasilan. Kegiatan ini dilakukan selama musim kemarau dan mayoritas pelaku bara adalah kaum laki-laki. Keadaan tersebut mengakibatkan suasana desa menjadi sepi karena yang ada hanya para wanita/ibu-ibu dengan para anak-anaknya khususnya yang masih kecil dan masih sekolah. Dalam penelitian ini mecoba untuk menungkap latar belakang kegiatan bara dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi rumah tangga mereka. Metode yang digunakan adalh kualitatif dengan kuantitatif dengan harapan dapat memberikan jawaban yang tepat paling tidak mendekati kebenaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan bara merupakan salah satu alternatif yang dianggap cocok oleh masyarakat setempat dalam mengatasi kesulitan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Pelaku bara pada umumnya berda pada kelompok umur potensial didominasi oleh kaum laki-laki berpendidikan relatif rendah berasal dari kelompok negara miskin. Pelaku bara ini terdorong untuk mencari nafkah ke tempat lain(kota) karena didesanya memiliki penghasilan yang tetap luas lahan garapan relatif sempit lahan yang digarap sebagaian besar bukan miliknya hasil tidak menentu(sering gagal panen) karena kondisi tanah dengan air tidak mendukung sehingga kesulitan untuk tidak memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sementara itu dikota menjadi daerah tujuan bara ini tersedia di lapangan pekerjaan walaupun jenis pekerjaan mereka sebagai buruh atau pedagang kaki lima dan dapat memperoleh penghasilan. Sewaktu kegiatan bara ini berlangsung (selama musim kemarau) ternyata kegiatan bara ini berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi rumah tangga mereka. terlihat hasil bara dapat meringankan beban beban mereka dalam mengatasi keluarga dan masyarakat tidak begitu berpengruh karena keterikatan pelaku bara dengan daerah asal masih kuat didukung oleh jarak yang relatif dekat dan saran transportasi yang lancar. Sewaktu tidak pergi bara (selama musim penghujan) kehidupan sosial ekonomi bara dapat terbilang memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil aktivitas (sebagai petani) belum bisa mencukupi kebutuhan hidup apalgi kalau gagal panen terpaksa mencari utangan untuk biaya hidup keluarganya. Oleh karena itu aktifitas ini tetap dilakukan layaknya mata pencaharian pokok walaupun hasilny tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Dalam kehidupan ekonomi jenis pekerjaan yang digeluti luas lahan garapan dan jumlah anggota keluarga sangat berpengaruh terhadap tingakat pemenuhan kebutuhan keluarga tersebut. Disamping itu pernya dalam keluarga dan partisipasinya dalam masyarakat mencerminkan bahwa dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Kegiatan bara ini sudah mendarah daging terhadap masyarakat dan akan terus menerus dilakukan selama masih ada kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga sebagai alternatif terbaik untuk dapat survive.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
905.072 PAT
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Bag.Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 329-370
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 2. Vol. 8 Juni-2007
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain