

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-35932">
 <titleInfo>
  <title>Rekonsilisasi Politik Umat Islam:</title>
  <subTitle>Tinjauan Historis Peristiwa 'AM AL-JAMA'AH'</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. Murodi, MA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Religius: Jurnal Transformasi Kependidikan dan Keagamaan Bidang Kajian Masjid Baitut Tholibin Kompleks Depdiknas Jakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 60-80</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam catatan sejarah politik dan keagamaan pada masa klasik Is-lam  terdapat sebuah peristiwa penting yang nyaris terlupakan. Peristiwa yang terjadi di Maskin  Irak pada 41H/661M  dikenal dalam sejarah dengan sebutan Am al-Jama  ah.Peristiwa ini meski untuk sementara-mampu menjawab tun-tutan masyarakat muslim untuk memiliki seorang pemimpin defenetif setelah ke-me-ti-an khalifah  Ali ibn Abi Thalib. Sebab  al-Hasan yang dinobatkan sebagai penggantinya  tidak mendapat dukungan kuat  dan dan malah kekuatan umat Islam  baik secara politik  ideologi keagamaan  dan lain-lain  terpecah menjadi beberapa kelompok atau aliran  sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan labilitas poltik. Lebih dari itu  situasi seperti itu kurang kondusif bagi upaya pengembangan peradaban Islam. Labilitas politik ini sebenarnya telah lama terjadi  yaitu sejak terbunuhnya khalifah Umar ibn al-Khattab dan Usman ibn   Affan. Bahkan menurut Lapidus  situasi itu sudah terjadi sejak masa-masa awal  tepatnya setelah Rasul Allah  Mu-hamad wafat. Hanya saja  akumulasi persoalan poltik baru mengkristal sejak kematian khalifah Usmanibn  Affan. Sejak saat itu umat Islam telah berkotak-kotak menjadi beberapa faksi  ada faksi Aliibn Abi Thalib  yang dalam sejarah poltik  ideoligi  dan teologi Islam dikenal dengan golongan Syi  ah  ada faksi sempalan dengan gerakan poltiknya yang khas  radikal. Faksi ini dikenal dengan sebutan Khawarij. Sementara itu ada faksi lain penyokong Mu  awiyah ibn Abi Sufyan  yang menyebut diri sebagai faksi meyoritas atau jamaah. Disebut demikian  karena mayoritas umat menjadi penyokong Mu  awiyah  meskipun tidak sedikit.</note>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAM - POLITIK</topic>
 </subject>
 <classification>297.072 REL</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-35932</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2010-02-17 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2010-02-17 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>