Detail Cantuman
Pencarian SpesifikIndex Artikel
The need and the way to raise critical thinking skills in linguistics class ass the formative assessment at University
Pembelajaran mata kuliah linguistik di perguruan tinggi memerlukan asesmen yang mengarah ke pemerolehan kompetensi baku yang bersifat keilmuan teoritis dan terapan (praktis). Berkenaan dengan itu asesmen lingkup keilmuan (content area assessment) merupakan jenis asesmen yang layak dilakukan. Pembelajaran linguistik hendaknya membekali pembelajar dengan pengembangan keterampilan berpikir kritis agar mereka dapat menguasai teori linguistik mempunyai keterampilan untuk menerapkanya dan mempunyai kepekaan terhadap fenomena kebahasaan. Banyak hal yang mesti dilakukan untuk mencapai tujuab tersebut. Di antaranya adalah membangkitkan dan menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir kritis. Hal ini dapat dilakukan melalui pengajuan berbagai ragam pertanyaan sesuai dengan kompetensi baku yang ditetapkan. Artikel ini mencoba membahas perlunya kiat menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir kritis melalui pertanyaan sebagai bentuk asesmen formatif di kelas mata kuliah linguistik di tingkat perguruan tinggi.
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| Kode Buku |
378.1 FOR
|
| No Reg |
-
|
| Penerbit | Bag.Serial Forum Pendidikan : ., |
| Deskripsi Fisik |
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 205-221
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Edisi |
No. 3. Vol. 31 Desember-2006
|
|---|---|
| Subjek | |
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain