

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-366">
 <titleInfo>
  <title>Penyiapan sumber daya manusia bagi pembangunan ekonomi daerah dalam era otonomi daerah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setyaningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher> Majalah Ilmu pengetahuan sosial</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 15-26</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Format baru otonomi daerah (UU No.22 tahun 1999 dan UU No.25 tahun 1999) merupakan titik awal desentralisasi yang memberi lebih banyak kewenangan kepada daerah  untuk percepatan pembangunan ekonomi daerah. Kendati memberikan harapan-harapan implementasi otonomi daerah menimbul tantangan dari segi kesiapan sumber daya  termasuk sumber daya manusia (SDM). Agar dapat mencapai sasaran untuk akselerasi pembangunan ekonomi daerah  diperlukan upaya penyiapan SDM aparat yang benar-benar memahami hakikat otonomi daerah dan masyarakat sebagai pemasok tenaga kerja keharusan untuk menyiapkan SDM yang andal dan berkualitas ini terasa semakin mendesak  karena pada saat yang bersamaan Indonesia menghadapi arus globalisasi perekonomian dunia. Untuk menghadapi arus globalisasi dan implementasi otonomi daerah  bekal pendidikan dasar tidak lagi memadai untuk membangun kompetisi ekonomi daerah  oleh karenanya lebih banyak diperlukan tenaga-tenaga terampil dengan bekal skill diatas standar pendidikan dasar sampai pada tingkatan high skill. Sudah saatnya perlu mengintensifkan Institusi pendidikan tenaga terampil dan skill  seperti sekolah lanjutan / kejuruan  perguruan tinggi  lembaga pengembangan profesi dan lembaga pelatihan atau kursus keterampilan lainya di daerah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TENAGA KERJA - PEMBANGUNAN EKONOMI, SUMBER DAYA MANUSIA</topic>
 </subject>
 <classification>378.05 ILM 2001</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-366</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-11-22 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-11-22 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>