

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-412">
 <titleInfo>
  <title>Rancang bangun sangkling untuk kerajinan kulit ular dan biawak</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhadjir, Imam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>p Abdi Masyarakat (LPM UM)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 69-74</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri kerajinan kulit ular menjadi sasaran implementasi teknologi tepat guna ini masih menggunakan alat manual untuk meratakan sisik. Kelemahanya alat itu (1) membutuhkan tenaga yang kuat  (2) memerlukan waktu yang relatif cukup  dan (3) menuntut keahlian khusus. Alternatif pemecahanya  diperlukan pengembangan peralatan produksi berupa alat perata sisik atau sangkling yang dapat digunakan secara mekanik. Melalui penggunaan alat tersebut diharapkan kualitas dan efisiensi produksi meningkat. Melalui metode diskusi dan praktik pembuatan rancang bangun alat  pembuatan alat  dan uji kinerja alat diperoleh hasil (1) gambar dan alat perata sisik ular/biawak  (2) dikuasainya pengetahuan dan keterampilan pengoperasian dan cara-cara perawatan alat oleh industri kecil mitra  (3) hasil uji kinerja alat perata sisik  (a) daya input 250 watt (shingle phase) 220 volt  (b) putaran roda pengerak sangkling 30 rpm  yang dapat menghasilkan 30 gerakan translasi. (c) untuk memperoleh kerataan dan kehalusan sisik diperlukan 10 gerakan tiap sekmen sehingga dalam satu menit diperoleh 3 segmen  karena lebar peralatan sangkling ini memuat 4 buah segmen dalam setiap prosesnya  maka setiap menit mampu memproses 12 segmen atau 720 segmen/jam  sehingga terjadi peningkatan 4 kali lipat dibanding meratakan sisik secara manual.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KERAJINAN KULIT - ALAT DAN PERLENGKAPAN</topic>
 </subject>
 <classification>378.105 ABD</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-412</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2002-01-17 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2002-01-17 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>