Index Artikel

Rancang bangun sangkling untuk kerajinan kulit ular dan biawak



Industri kerajinan kulit ular menjadi sasaran implementasi teknologi tepat guna ini masih menggunakan alat manual untuk meratakan sisik. Kelemahanya alat itu (1) membutuhkan tenaga yang kuat (2) memerlukan waktu yang relatif cukup dan (3) menuntut keahlian khusus. Alternatif pemecahanya diperlukan pengembangan peralatan produksi berupa alat perata sisik atau sangkling yang dapat digunakan secara mekanik. Melalui penggunaan alat tersebut diharapkan kualitas dan efisiensi produksi meningkat. Melalui metode diskusi dan praktik pembuatan rancang bangun alat pembuatan alat dan uji kinerja alat diperoleh hasil (1) gambar dan alat perata sisik ular/biawak (2) dikuasainya pengetahuan dan keterampilan pengoperasian dan cara-cara perawatan alat oleh industri kecil mitra (3) hasil uji kinerja alat perata sisik (a) daya input 250 watt (shingle phase) 220 volt (b) putaran roda pengerak sangkling 30 rpm yang dapat menghasilkan 30 gerakan translasi. (c) untuk memperoleh kerataan dan kehalusan sisik diperlukan 10 gerakan tiap sekmen sehingga dalam satu menit diperoleh 3 segmen karena lebar peralatan sangkling ini memuat 4 buah segmen dalam setiap prosesnya maka setiap menit mampu memproses 12 segmen atau 720 segmen/jam sehingga terjadi peningkatan 4 kali lipat dibanding meratakan sisik secara manual.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
378.105 ABD
No Reg
-
Penerbit p Abdi Masyarakat (LPM UM) : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: p. 69-74
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 1. Vol. 17 November-2000
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini