

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-41372">
 <titleInfo>
  <title>Pola pelayanan pembiayaan Sistem Kredit Mikro Usaha tani di Tingkat Pedesaan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Supriatna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian =Indonesian Agricultural Research Development Journal</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: </extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap lembaga pembiayaan memiliki pola pelayanan yang khas  seperti sasaran nasabah  tipe kredit  serta cara pengajuan  penyaluran  dan pengembalian kredit. Setiap pola pelayanan tersebut memiliki komponen yang sesuai atau tidak sesuai dengan karakteristik petani. Petani umumnya  tidak dapat mengakses lembaga pembiayaan komersial yang menyediakan bunga rendah  seperti BRI Unit Desa  Bank Perkreditan Rakyat  dan koperasi karena tidak memiliki agunan sertifikat tanah  pengembalian kredit bulanan sehingga tidak sesuai dengan pola penerimaan usaha tani yang bersifat musiman  dan prosedur pengajuan kredit yang rumit. Petani juga sulit mengakses Koprasi Unit Desa karena kinerjanya lemah  putaran uang lambat  dan modal sulit berkembang. Petani sulit mengakses kredit program karena kemampuan keuangan Pemerintah yang terbatas. Karena berbagai hambatan tersebut  sebagian petani memilih lembaga pembiayaan informal meskipun dengan tingkat bunga yang tinggi. pola pelayanan kredit yang ideal untuk petani yaitu menghindari penetapan agunan sertifikat tanah  memberikan kredit berbentuk uang tunai  menyediakan kredit jangka pendek dengan pengembalian musiman  jumlah plafon kredit mencukupi untuk membeli benih  pupuk dan obat-obatan  serta pengajuan / penyaluran kredit melalui kelompok tani. disisi lain  petani perlu memahami prinsip penggunaan kredit yang benar  berusaha membangun modal sendiri  dan menciptakan diversiFikasi usaha yang memberikan penerimaan secara harian  mingguan atau musiman.</note>
 <subject authority="">
  <topic>USAHA TANI, KREDIT - TANAMAN PANGAN</topic>
 </subject>
 <classification>634.07 JUR 23-1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-41372</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-01-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-01-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>