

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-41373">
 <titleInfo>
  <title>Lalat Pengorok Daun, Liriomyza sp. (Diptera:</title>
  <subTitle>Agromyzidae), Hama Baru Pada Tanaman Kedelai Di Indonesia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuliantoro Baliadi dan Wedanimbi Tengkano</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN=Indonesian Agricultural Research and Development Journal</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-9</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) ditemukan menginfestasi tanaman kedelai pada tahun 2007. Larva lalat pengorok daun merusak daun kedelai membuat liang korokan beralur warna putih bening pada bagian mesofil daun dan berpotensi menurunkan hasil hingga 20%. Selain pada kedelai  gejala serangan yang sama juga ditemukan pada kacang hijau  kacang tunggak  kacang panjang  komak  kacang adzuki  buncis  dan 42 jenis tanaman lainnya termasuk gulma. Empat spesies lalat pengorok daun yang di ketahui menginfestasi tanaman kedelai adalah L. sativae  L. trifolii  L. huidobrensis  dan L. bryoniae. Pengendalian kimia dapat menimbulkan masalah karena lalat memiliki kemampuan genetik yang tinggi untuk menjadi tahan terhadap isektisida kimia. Pada habitat aslinya (subtropis)  Liriomyza sp. tergolong serangga berstrategi-r  yaitu memiliki kemampuan reproduksi tinggi  cepat mengkoloni habitat  dan kisaran inangnya luas. Habitat tropis dengan ketersediaan tanaman inang sepanjang tahun dan penggunaan insektisida kimia yang kurang bijaksana memungkinkan lalat pengorok daun menjadi hama penting pada kedelai. Pada habitat alaminya  populasi lalat pengorok daun rendah akibat pengendalian alami oleh parasitoid dan predator  salah satunya adalah parasitoid hemiptarsenus varicornis. Oleh karena itu  perlu disiapkan teknologi pengendalian yang lebih memberdayakan peran musuh alami dari pada insektisida kimia. Makalah ini menelaah gejala dan akibat serangan lalat pengorok daun  spesies dan biologi  tanaman inang  musuh alami  pemantauan  dan rekomendasi pengendaliannya. </note>
 <subject authority="">
  <topic>GLYCINE MAX, LIRIOMYZA, SIFAT BIOLOGI, PENGENDALIAN HAMA</topic>
 </subject>
 <classification>634.07 JUR 23-1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-41373</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-01-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-01-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>