

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-41385">
 <titleInfo>
  <title>Kebijakan Pengembangan Peternakan Sapi Potong Di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hamdi Mayulu, Sunarso, C. Imam Sutrisno, Dan Sumarsono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian= Indonesian Agricultural Research And Development Journal</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 34-41</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas  produksi maupun populasi sapi potong dalam rangka mendukung program kecukupan daging (PKD) 2010  yang direvisi 2014. Produksi daging dalam negeri diharapkan mampu memenuhi 90-95% kebutuhan daging nasional. Karena itu pengembangan sapi potong perlu dilakukan melalui pendekatan usaha yang berkelanjutan  didukung dengan industri pakan yang mengoptimalkan pemanfaatan bahan pakan lokal spesifik lokasi melalui pola yang terintegrasi. Hingga kini  upaya pengembangan sapi potong belum mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri  selain rentan terhadap serangan penyakit. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai kelemahan dalam sistem pengembangan peternakan. Oleh karena itu  perlu diupayakan model pengembangan dan kelembagaan yang tepat berbasis masyarakat dan secara ekonomi menguntungkan. Pemerintah sebaiknya menyerahkan pengembangan peternakan ke depan kepada masyarakat melalui mekanisme pasar bebas. Pemerintah lebih berperan dalam pelayanan dan membangun kawasan untuk memecahkan permasalahan dasar dalam pengembangan peternakan sehingga dapat mengaktifkan mekanisme pasar. Usaha peternakan hendaknya dapat memacu perkembangan agroindustri sehingga membuka kesempatan kerja dan usaha. Implikasi kebijakan dari gagasan ini adalah perlu dibuat peta jalan pembangunan peternakan nasional dan di uraikan secara rinci disetiap wilayah pengembangan ternak.      </note>
 <subject authority="">
  <topic>SAPI POTONG,KEBIJAKAN, PENGEMBANGAN, INDONESIA</topic>
 </subject>
 <classification>634.07 Jur 23-1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-41385</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-01-16 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-01-16 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>