

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-41948">
 <titleInfo>
  <title>Anilisis Semburan Radio Matahari Tipe II Sebagai Prekursor Kemungkinan Terjadinya Badai Magnet Bumi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suratno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Sains Dirgantara Journal Of Aerospace Sciences.&#13;
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 113-131</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena ledakan Matahari  semburan radio tipe II dan lontaran massa korona merupakan rangkaian peristiwa yang meiliki keterkaitan yang kuat. Semburan tipe II dipicu oleh lewatnya gelombang kejut dan menyatakan lontaran massa plasma dan medan magnet. Gelombang kejut atau CME dalam penjalarannya ke atmosfer atas Bumi dapat mengakibatkan terjadinya badai magnet Bumi. Karena semburan radio merupakan pancaran elektromagnet dan mencapai Bumi dalam waktu 8 menit  sementara gelombang kejut atau CME baru dapat mencapai Bumi dalam waktu 40 jam sampai 80 jam atau bahkan dalam waktu lebih dari 5 hari  maka semburan radio tipe II merupakan indikator informasi awal terhadap kemungkinan akan terjadinya badai magnet Bumi. Pada penelitian ini dianalisis waktu penjalaran gelombang kejut yang diturunkan dari spektra dinamik semburan tipe II dan waktu peristiwa badai magnet Bumi. Kemudian waktu penjalaran gelombang kejut ini dibandingkan dengan beda waktu antara waktu awal semburan radio Matahari tipe II dengan waktu pada saat Dst (Disturbance storm time) minimum. Analisis keterkaitan tersebut didukung dengan peran posisi daerah aktif Matahari yang menjadi sumber terjadinya semburan radio dan arah medan magnet antar planet.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. Ledakan Matahari&#13;2.Badai Magnet Bumi</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR 1, 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-41948</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-02-22 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-02-22 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>