

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-41970">
 <titleInfo>
  <title>Prakiraan Cuaca Dengan Metode Autoregressive Integrated Moving Average, Neural Network, Dan Adaptive Splines Threshold Autoregression Di Stasiun Juanda Surabaya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sutikno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Sains Dirgantara = Journal Of Aerospace Sciences. Jurnal Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 43-61</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan prakiraan cuaca merupakan kebutuhan utama untuk mendukung kegiatan di berbagai sektor  sehingga upaya pengembangan metode prakiraan menuju ketepatan dan keakuratan informasi cuaca yang tinggi sangat diperlukan. Berbagai model prakiraan cuaca dengan pendekatan teknik/metode stokastik telah dikembangkan meskipun setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan  namun upaya pengembangan teknik/metode untuk mendapatkan model terbaik harus terus dilakukan. Apa yang diuraikan dalam makalah ini merupakan hasil pengujian terhadap tiga metode statistik untuk memperoleh model/persamaan prakiraan cuaca terbaik. Tiga metode yang diuji adalah Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)  Neural Network (NN)  dan Adaptive Splines Threshold Autoregression (ASTAR) untuk memperkirakan suhu  kelembaban  dan curah hujan harian. Hasil dari tiga metode dievaluasi dengan nilai korelasi dan Root Mean Square Error (RMSE). Metode mempunyai kinerja yang baik jika antara nilai aktual dan nilai prakiraan mempunyai korelasi yang tinggi dan nilai RMSE yang kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ASTAR menghasilkan prakiraan yang lebih baik  karena memiliki nilai korelasi yang lebih tinggi  nilai RMSE yang lebih kecil dan konstan pada prakiraan hari ke-1 hingga ke-30. Nilai korelasi metode ASTAR unsur cuaca Tmax dan RHmin masing-masing secara berurutan adalah 0 70 dan 0 75  sedangkan untuk metode ARIMA  masing-masing 0 31 dan 0 47 dan untuk metode NN  masing-masing 0 02 dan -0 06. Berbeda dengan unsur cuaca Tmin  RHmax dan RRR  ketiga metode mempunyai kinerja yang telah baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. Prakiraan Cuaca&#13;2. ARIMA</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR 1, 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-41970</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-02-23 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-02-23 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>