

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42001">
 <titleInfo>
  <title>Pengelolaan Sumber Daya Alma Secara Tradisional di Kabupaten Timor Tengah Selatan :</title>
  <subTitle>Suatu Studi Sosio-Ekologi&#13;
(Traditional Management of Natural Researces in Timor Tengah Selatan Regency : A Socio-ecological Study)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Slamet Edi Sumanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Info Sosial dan Ekonomi Kehutanan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 169-186</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan pengelolaan sumber daya alam secara tradisional di Pulau Timor khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Ruang lingkup studi difokuskan pada sistem pengelolaan perladangan secara tradisional dan interaksi masyrakat dengan kawasan hutan secara tradisional. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi sosio-ekologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara  observasi dan pengumpulan literatur yang terkait. Penentuan jumlah responden di lapangan melalui teknik snow ball  dimulai dari responden di Kupang dan di Kabupaten Timur Tengah Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tradisional telah mengenal konsepsi segitiga kehidupan   mansian muit nasi  na bua   artinya manusia  ternak dan hutan merupakan satu kesatuan kehidupan sehingga ketiganya memiliki nilai religius yang tinggi dan diterapkan melalui praktik-praktik kehidupan termasuk pengelolaan sumber daya alam. Praktik-praktik pertanian berbasis ladang dan penerapan teknik tanaman campuran (agroforestry)  penerapan teknik konservasi lahan dengan pembuatan guludan (ta  bata) telah lama dikenal masyarakat. Sementara masyarakat juga menganggap gunung dan hutan merupakan asal usul leluhur sehingga harus dijaga kelestariannya. Masyarakat memanfaatkan hutan sebagai tempat upacara adat  mengambil hasil hutan (pabe afan) berupa lilin  madu  bahan pewarna kain  bahan obat  tali temali dan manfaat lainnya seperti sumber air bagi keperluan rumah tangga dan pertanian. Masyarakat tradisional juga telah memiliki teknik pengelolaan hutan dan kebun melalui konsep suf  hutan larangan (nais ta  la) maupun hutan keluarga. </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. MASYARAKAT TRADISIONAL&#13;2. SOSIO EKOLOGI</topic>
 </subject>
 <classification>634.905 INF 1-3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42001</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-02-24 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-02-24 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>