

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42046">
 <titleInfo>
  <title>Kajian Kebijakan Pembangunan HTI Untuk Mendukung Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (Policy of Timber Estate Development The Increase of Non-tax Revenues)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setiasih Irawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>bag.serial Info Sosial dan Ekonomi Kehutanan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 221-232</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menurut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor kehutanaan yang berupa PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan) dan DR (Dana Reboisasi) belakangan ini  mendorong pemerintah untuk menaikan kembali pungutan PNBP nya. Dengan mengambil contoh penelitian di provinsi Jambi  kajian ini mencari kemungkinan untuk menaikan PNBP  menggunakan metoda (1) Analisis tarif dan peraturan perundang-undangan serta (2) analisis harga. Hasil kajian adalah sebagai berikut. Realisasi produksi kayu bulat (KB) dan kayu bulat kecil (KBK) pada IPK (Ijin Pemanfaatan Kayu) pembangunan HTI berkisar antara 7 9% dan 62 8% atau rata-rata hanya 29% dari target produksinya  dan didominasi oleh KBK (68%-87%). Harga pasar rata-rata tertimbang untuk KBK diameter kurang dari 30 cm sesuai permendag (Peraturan Mentri Perdagangan) adalah Rp 245.000/m3  disarankan untuk dinaikan menjadi Rp 650.000/m3. Tarif PSDH untuk KBK diameter kurang dari 30 cm hanya 1% dari harga pasarnya  lebih kecil dari tarif untuk sortimen lain dalam kelompok KBK  sehingga disarankan untuk dinaikkan menjadi 10% agar setara dengan sortimen lain. Apabila tarif DR untuk KBK diameter kurang dari 30 cm setara dengan tarif PSDH yaitu 10% dari harga pasar  maka tarif DR adalah Rp 65.000/m3  sehingga disarankan dinaikkan dari US  2 per m3 menjadi US  6 5 per m3. Target produksi kayu dalam RKT (Rencana Karya Tahunan) ditetapkan berdasarkan hasil inventarisasi tegakan oleh perusahaan  diperiksa potensi oleh dinas kehutanan kabupaten  dan RKT nya disyahkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi  sehingga disarankan untuk difungsikan sebagai instrumen untuk merencanakan target pungutan DR dan PSDH. Kenaikan harga pasar rata-rata tertimbang KBK  serta tarif PSDH dan DR diharapkan menaikan PNBP sektor kehutanan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, HUTAN TANAMAN INDUSTRI KAYU BULAT KECIL</topic>
 </subject>
 <classification>634.905 INF 1-2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42046</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-02-27 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-02-27 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>