

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42353">
 <titleInfo>
  <title>Vandalisme Bangunan Bersejarah dan Ruang Publik di Kota Solo</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heri Priyatmoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 789-804</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena maraknya vandalisme yang mengakibatkan hancurnya bangunan bersejarah serta rusak dan hilangnya ruang publik di Kota Solo. Hasil kajian ini mengungkap beberapa bangunan bersejarah sebagai heritage dan ruang publik sebagai fasilitas umum yang keberadaannya sungguh meprihatinkan lantaran telah menjadi korban aksi vandalisme. Aksi vandalisme meliputi perusakan  penggusuran  pembongkaran hingga coret-coret. Riset ini juga mengamati motif atau faktor yang memicu investor maupun oknum masyarakat melakukan aksi vandalisme terhadap warisan sejarah. Data kualitatif ini dikumpulkan melalui studi dokumen dan metode wawancara mendalam serta didukung dengan studi pustaka. Informasi ditentukan dari hasil selama observasi. Timbulnya aksi ini disebabkan oleh faktor ekonomi  rendahnya kesadaran masyarakat terhadap heritage dan tidak adanya Perda. Fenomena vandalisme di Kota Bengawan ditanggapi oleh kalangan akademisi dan pemerhati kota. Mereka menyimpulkan bahwa kesewenang-wenangan investor dan lemahnya kebijakan Pemkot merupakan pemicunya terjadinya tindakan vandalisme. Dikhwatirkan dengan penyerobotan dan penggusuran ruang publik akan merusak kapital sosial yang lahir dari interaksi sosial warga. </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. VANDALISME&#13;2. BANGUNAN BERSEJARAH</topic>
 </subject>
 <classification>904.072 PAT 3,4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42353</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-29 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-29 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>