

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42363">
 <titleInfo>
  <title>Karesidenan Rembang 1830-1870</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darto Harnoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 633-670</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulisan yang berjudul Karesidenan Rembang pada 1830-1870 ini terdapat beberapa permasalahan yang perlu dipecahkan  yaitu   sejauh mana Sistem Tanam Paksa mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi petani atau penduduk yang terlibat di dalamnya  Berangkat dari permasalahan itu kita dapat mengetahui pula apakah prinsip-prinsip dari Tanam Paksa itu telah di jalankan dengan benar dan bagaimana pelaksanaan Sistem Tanam Paksa di Karesidenan Rembang. Penyimpangan dalam pelaksanaan Tanam Paksa lainnya antara lain  penggunaan tenaga kerja yang berlebihan (eksploitasi tenaga kerja)  karena dalam proyek ini di butuhkan sekali tenaga kerja yang melebihi batas yang telah ditetapkan. Penyimpangan-penyimpangan itu terjadi karena ternyata pembudidayaan tanaman ekspor diperlukan kecermatan yang luar biasa agar tanaman itu dapat berhasil baik. Dengan demikian untuk pelaksanaan penanaman tanaman ekspor di Karesidenan Rembang  khususnya jenis tanaman musiman  yaitu tembakau dan tebu diperlukan banyak waktu dan tenaga kerja. Penggunaan tanah-tanah yang subur  tenaga kerja dan waktu yang banyak tentu saja merugikan petani penanam tanaman gupernemen  karena mereka tidak dapat melakukan kegiatan menanam tanaman subsisten serbagai pengganti tanaman pokok atau untuk dijual sebagai pembeli padi.    </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. SEJARAH EKONOMI INDONESIA&#13;2. TANAM PAKSA</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT 3,4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42363</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-28 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-28 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>