

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42364">
 <titleInfo>
  <title>Perkembangan dan Eksistensi Wayang Tengul di Bojonegoro</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Retna Astuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 671-693</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di Indonesia terdapat berbagai macam kesenian wayang  antara lain wayang kulit  wayang golek atau wayang tengul  wayang beber  wayang klithik  dan lain sebagainya. Dari berbagai macam kesenian wayang ini hanya wayang kulit yang masih banyak di kenal oleh masyarakat luas. Bagaimana dengan kesenian wayang yang lainya. Berawal dari sinilah maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang salah satu kesenian wayang yang ada di Indonesia yaitu wayang tengul yang ada di Bojonegoro. Sampai saat ini wayang tengul di Kabupaten Bojonegoro masih banyak di temukan  hal ini karena peran pemerintah ikut berpartisipasi untuk melestarikan dan menfasilitasi keberadaan wayang tengul tersebut. Antara lain dengan memberikan pengetahuan atau pelajaran sebagai muatan lokal  tentang wayang tengul pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penulis tentang wayang tengul di Bojonegoro ini menggunakan metode sejarah kristis dan wawancara tentang para pelaku terutama dalam dan pengrawit. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan sinergi antara pelaku dan pemerintah  maka wayang tengul di Bojonegoro masihg bisa bertahan hingga saat ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>WAYANG-WAYANG TENGUL</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT 3,4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42364</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-28 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-28 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>