

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42365">
 <titleInfo>
  <title>Pengetahuan dan Strategi Pemanfaatan Lahan Petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ernawati Purwaningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 695-725</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Nganjuk merupakan sentra bawang merah. Penelitian ini dilakukankan di Desa Sukorejo  Kecamatan Rejoso. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan menggunakan 30 responden petani bawang merah. Petani bawang merah sebagian besar berumur 30-50 tahun dengan pendidikan sebagian besar SLTP dan SLTA. Sebagian besar lahan garapan adalah milik sendiri deng luasan relatif sempit yaitu 0 1-0 25 hektar. Pengetahuan usaha tani diperoleh secara formal maupun informal. Mereka sudah terorganisir melalui kelembagaan yang berupa kelompok tani. Kondisi iklim  keadaan angin  jenis tanah maupun ketersediaan air sebagai faktor pendukung usaha tani bawang merah. Strategi yang dilakukan untuk usaha tani bawang merah dengan cara melakukan pengaturan pola tanam yaitu 1x kedelai  1x padi dan 2x bawang merah. Pemberantasan OPT diarahkan pada ramah lingkungan  dengan mengurangi pemakaian zat kimia. Pembentukan paguyuban ditujukan untuk media komunikasi dan tukar mikiran. Bibit disediakan sendiri yaitu dengan menyimpan hasil tanam bawang merah pada panen yang kedua.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. BAWANG MERAH&#13;2. PENGETAHUAN</topic>
 </subject>
 <classification>905.072 PAT 3,4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42365</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-02-27 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-02-27 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>