

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42369">
 <titleInfo>
  <title>Hiburan Teater Tradisional di Kota Surabaya 1950-1968</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Samidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag Serial Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 767-787</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini membicarakan konteks sosial petunjukan teater tradisional di kota Surabaya antara tahun 1950-1968. Fokus pembahasan terletak pada transformasi teater tradisional dari pertunjukan jalanan menjadi pertunjukan panggung. Kajian didasarkan pada sumber lisan dan tulisan  juga sumber sekunder lain seperti majalah dan koran sejaman. Sejak tahun 1950 mulai tampak berbagai jenis komunitas seni yang mengorganisaasi seni pertunjukan. Pertunjukan dalam teater didukung oleh kelas sosial tertentu. Kelahirannya memperkuat antusime kelas menengah terhadap kesenian tradisional. Melalui proses komersialisasi  pertunjukan tradisional memperoleh tempat. Banyak kelompok sosial mencoba mengambil keuntungan dari perkembangan teater untuk kepentingan sosial dan politik  misalnya untuk pertunjukan amal dan  mobilisasi dukungan masyarakat pada beberapa parti politik dalam pemilihan lokal. Antara tahun 1950 sampai dengan 1968 banyak komunitas seni di kota Surabaya menggabungkan diri mereka dengan partai politik. Kelompok lain yang mengambil keuntungan dari perkembangan teater ini adalah pemerintah lokal.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. SEJARAH KESENIAN&#13;2. TEATER TRADISIONAL</topic>
 </subject>
 <classification>905.702 PAT 3,4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42369</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-29 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-29 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>