

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-42981">
 <titleInfo>
  <title>Terorisme, Kekerasan Atas Nama Agama dan Kebijakan Negara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Choirul Mahfud</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Cakrawala : Jurnal litbang kebijakan Badan Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 16-32</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama kembali mencuat ke permukaan sebagai isu global yang mempengaruhi publik di tingkat lokal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan menggunakan metode dokumentatif. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang di maksud terorisme dan kekerasan atas nama agama  Mengapa terorisme dan kekerasan atas nama agama muncul dan berkembang di Indonesia  Bagaimana respon negara dan kaum agamawan dalam menyikapi masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama  Hasil penelitian ini adalah pertama  terorisme memiliki definisi yang khas  yaitu paham teror melalui penggunaan kekerasan secara sistematis untuk mencapai tujuan. Sementara  kekerasan atas nama agama merupakan tindakan kekerasan yang menggunakan legitimasi agama. Agama di jadikan alasan untuk melakukan kekerasan. Kedua  fenomena gerakan terorisme di Indonesia tidaklah berdiri sendiri. Melainkan terhubung antara satu faktor dengan faktor lainnya. Globalitas politik  ekonomi  budaya  ideologi dan imperialisme baru menjadi faktor yang sangat dominan bagi gerakan terorisme. Ketiga  respon negara dan kaum agamawan dalam menyikapi terorisme dan kekerasan atas nama agama cukup responsif  namun belum melalui pendekatan preventif yang komprehensif. Sehingga  masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama masih dalam posisi di persimpangan jalan. </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TERORISME&#13;2. KEKERASAN</topic>
 </subject>
 <classification>352.305 CAK 201</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-42981</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-06-05 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-06-05 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>