

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-43092">
 <titleInfo>
  <title>Profil Asam Amino Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Terenkapsulasi Dengan Metode Spray Driying</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septi Nur Hayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>bag.serial Jurnal Teknologi Indonesia&#13;
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1-7</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Antibiotik pada ternak unggas banyak digunakan sebagai pemacu pertumbuhan dan antiinfeksi. Antibitik yang digunakan terus-menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan mikroba resisten. Berbagai upaya dilakukan untuk mencari pengganti antibiotik seiring meningkatnya kecenderungan permintaan produk peternakan yang sehat  aman dan bebas residu yang berbahaya. Salah satunya dengan pemanfaatan cacing tanah ( Lumbricus rubellus) yang mengandung protein tinggi dan asam amino lengkap. Cacing tanah diekstrasi ke dalam bentuk ekstrak air dengan metode dekokta. Bentuk ekstrak air masih memiliki kelemahan. Maka perlu dilakukan formulasi ke dalam bentuk sediaan padat yang lebih stabil  reprodusibel  dan praktis. Formulasi yang dipilih adalah enkapsulasi dengan teknik spray drying. Evaluasi kualitas imbuhan pakan dapat dilihat dari nilai biologisnya. Nilai biologis berkorelasi positif menunjukkan ekstrak cacing tanah (ECT) mempunyai kandungan asam amino  baik esensial maupun nonesensial lebih tinggi dibandingkan tepung cacing tanah (TCT) dan ekstrak cacing tanah terenkapsulasi (ECT-e). Asam amino esensial tertinggi TCT  yaitu isoleusin(3 14%)  pada ECT  yaitu isin (8 16%)  dan pada ECT-e  yaitu leusin (1 71%). Asam amino nonesensial tertinggi pada TCT dan ECT-e adalah asam glutamat  masing-masing 7 6% dan 1 87 %  sedangkan ECT adalah serin (14 52%). Tingginya nilai IAAE pada ECT menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan keseimbangan asam amino yang lebih baik (69 87%) dibandingkan TCT (58 67%)  sedangkan nilai IAAE pada ECT-e menunjukkan bahwa tingkat imbangan asam amino esensial lebih rendah (16 05%) dibandingkan TCT (69 87%) dan ECT(58 67%).</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. LUMBRICUS RUBELLUS&#13;2. DEKOKTA&#13;3. ENKAPSULASI</topic>
 </subject>
 <classification>605 TEK 2011</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-43092</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-06-14 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-06-14 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>