

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44285">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ida Kintamani Dewi Hermawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 1035-1061</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dilakukannya analisis kinerja pendidikan SD berdasarkan gender adalah untuk mengetahui sejauh mana progam pendidikan SDantra perempuan dan laki-laki yang dilaksanakan telah tercapai dilihat dari pemerataan  mutu  manajemen  dan kinerja pendiidikan. Analisis yang digunakan adalah indikator pemerataan  mutu dan manajemen pendidikan. Dari ketiga indikator tersebut dan dengan diberikan bobot diperoleh nilai yang disebut pendidikan merata  bermutu  efisien dan kinerja pendidikan SD. Hasil menunjukkan bahwa pemerataan laki-laki(97 82)lebih besar dari pada perempuan(96 03) mutu laki-laki (42 35) lebih besar dari pada perempuan (37 83)  efisiensi laki-laki (91 66) klebih kecil dari pada peremouan (95 43)  sedangkan kinerja laki-laki(77 28) sedikit lebih besar daripada perempuan (76 43). Dengan demikian  terjadi perbedaan gender sebesar 0 85 dan rasio paritas gender sebesar 0 99. Dengan kondisi seperti ini dapat disimpulkan bahwa kinerja pendidik laki-laki SD memang sedikit lebih baik daripada perempuan. Oleh karena itu  disarankan agar efisiensi pendidikan laki-laki supaya ditingkatkan sedangkan untuk pendidikan perempuan pada pemerataan dan mutu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1.KINERJA PENDIDIKAN; 2. GENDER</topic>
 </subject>
 <classification>370.05 JUR 075.</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44285</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-10-09 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-10-09 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>