

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44371">
 <titleInfo>
  <title>Sampling dalam Penelitian Pendidikan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rini Susanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Teknodik: Jurnal Teknologi Pendidikan. Pusat Teknologi dan Komunikasi Informasi Pendidikan Depdiknas</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 187-207</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian dalam ilmu pendidikan dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif  data dikumpulkan dengan mengukur variabel dari subjek penelitian untuk mendapatkan data yang objektif  bebas nilai dan teruji. proses pengumpulan dapat dilakukan atas seluruh subjek yang dinamakan populasi atau atas sebagiannya yang disebut sampel. Jika data dikumpulkan dari sampel  maka sampel harus dipilih dari populasi sebelum pengumpulan data. pemilihan sampel dari populasinya dinamakan sampling. Sampling dapat dilakukan secara random atau tidak. Keduanya berbeda dalam peluang semua subjek terpilih menjadi anggota sampel. Dalam sampling random  seluruh subjek populasi memiliki peluang yang sama  sedang dalam sampling nonrandom tidak. Sampling random dapat dijalankan dalam tiga langkah  menentukan kesalahan sampling  menentukan jumlah sampel  dan menggunakan teknik sampling yang tepat. Menurut karakter populasi  sampling random dapat berupa  sederhana  berstrata atau cluster. Menurut alasan sampling  sampling nonrandom dapat berupa  purposif  kuota  insidental  ketersediaan atau sistematik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. PENELITIAN PENDIDIKAN&#13;2. POPULASI, SAMPEL, SAMPLING</topic>
 </subject>
 <classification>370.1 JUR 16,17</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44371</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-10-16 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-10-16 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>