

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44443">
 <titleInfo>
  <title>Melihat Perubahan Undang-undang Dasar 1945</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukamto Prakoso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.Serial Sutisning: Jurnal Ilmiah Universitas Kristen Papua</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 160 - 171</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak gerakan reformasi mulai bergulir di Indonesia  cukup banyak perubahan yang telah terjadi dalam masyarakat Indonesia. Perubahan yang dimaksud termasuk perubahan terhadap Konstitusi Indonesia yang dikenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45)  yang juga harus diubah sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. Sesungguhnya  dengan adanya empat kali perubahan yang telah dilakukan terhadap Konstitusi Indonesia  sebenarnya telah dihasilkan suatu Undang-Undang dasar yang baru  walaupun nama UUD 45 tetap digunakan.  Ada tiga cara dalam melakukan perubahan terhadap konstitusi. Pertama  melalui perubahan formal. Kedua  melalui konvensi ketatanegaraan. Ketiga  melalui penafsiran hakim. Sebagai suatu negara hukum (rechtstaat)  Konstitusi Indonesia yang telah mengalami perubahan sebanyak empat kali  semuanya dilakukan berdasarkan pasal 37 UUD 1945 (perubahan formal). Akan tetapi  sebenarnya perubahan Konstitusi Indonesia dapat pula dilakukan dengan konvensi ketatanegaraan atau melalui penafsiran hakim.  Pada akhir-akhir ini di dalam masyarakat muncul pendapat-pendapat yang menginginkan dilakukanya perubahan terhadap UUD 1945 untuk yang kelima kalinya. Keinginan ini datang dari DEwan Perwakilan Daerah yang menginginkan memperoleh penguatan wewenang sebagai suatu badan pembentuk Undang-Undang. Alangkah baiknya apabila keinginan mengubah UUD 1945 untuk yang kelima kalinya ini dilakukan melalui penafsiran hakim Mahkamah Konstitusi  agar dapat memperluas cara berfikir generasi penerus secara lebih komprehensif dalam proses pematangan sebagai warga negara yang baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SISTEM PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945</topic>
 </subject>
 <classification>378.07 SUT 1-2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44443</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-10-22 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-10-22 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>