

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44532">
 <titleInfo>
  <title>Upaya Pengelolaan Kurikulum Pendidikan Sejarah dilihat dari segi Studi Sosial</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>A.J. Purwanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian Serial Ilmu Pengetahuan Sosial</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 548-557</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak  Ada isu yang beredar di masyarakat sekitar setengah dekade yang lalu tentang kualitas tentang pendidikan tinggi yakni FKIP atau IKIP.    Lembaga ini dinilai tidak ubahnya bagaikan SPG plus belaka  Seyogyanya mereka kembali lagi menginduk pada fakultas suatu universitas untuk tidak mengatakan dibubarkan. dan vonis tersebut ditambah dengan hukuman bahwa baik FKIP maupun IKIP nampak kurang potensial dalam menghasilkan kurikulum  justru mereka sebagai suatu lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.  Kritik sosial yang demikian dapat dilihat dari sisi konstruktif  dan objek kritik sebagai koreksi diri. bila demikian halnya maka sudah waktunya FKIP atau IKIP bangun dari tidurnya  meningkatkan pembenahan diri agar keberadaannya sesuai dengan visi dan misi yang diemban. Penulisan    Upaya Pengelolaan Kurikulum Pendidikan Sejarah dilihat dari segi Studi Sosial    ini berusaha menyikapi kritik sosial tersebut dengan menitikberatkan pada permasalahan pokok kurikulum. dari segi teknologi pendidikan  kurikulum memegang katakunci  yakni teori mengenai bagaimana permasalahan dalam kegiatan belajar manusia diidentifikasi dan dipecahkan. di samping itu kurikulum sebagai suatu bidang memungkinkan arah strategi dan penetapannya.  Bidang kurikulum mengandung lahan sasaran studi teori. diakui bahwa pengembangan kurikulum jurusan pendidikan sejarah masih cenderung kurang berlandaskan teoritik-filosofs sehingga di sana-sini nampak agak tambal sulam. kurikulum jurusan pendidikan sejarah seharusnya menunjukkan kemampuannya menyajikan suatu pembelajaran sejarah dalam konteks studi sosial sebagai sarana kegiatan pendidikan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kurikulum jurusan pendidikan sejarah, kritik sosial, teoretik-filoso, tambal sulam</topic>
 </subject>
 <classification>378.05 ILM 1-4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44532</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-10-29 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-10-29 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>