

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44622">
 <titleInfo>
  <title>Model-model Hubungan Negara dan Masyarakat Suatu Perspektif tentang Sistem Perwakilan Kepentingan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agus Hermawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bagian serial Ilmu Pengetahuan Sosial</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 82-93</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hubungan antara negara dan masyarakat yang ideal senantiasa mengacu kepada keinginan untuk menciptakan kondisi yang harmonis dengan kedudukan yang setara. Dalam realitas sosial dan politik yang timbul  hubungan tersebut telah mengakibatkan    tarik menarik kepentingan antara dua kelompok ini. Pemikiran tentang hubungan keduanya mulai timbul pada waktu konsep negara (pemerintahan) itu timbul dengan dukungan masyarakat yang ada sebelumnya. Kompleksitas kondisi masyarakat nasional yang ada melahirkan model    hubungan pluralistik dan korporasi.Model pluralistik menekankan setaranya hubungan antara pemerintah dan masyarakat  dimana masyarakatlah yang menentukan bentuk dan jatuh bangunnya negara (demokrasi liberal)  sementara modrl korporasi lebih menekankan perwakilan kepentingan yang dikendalikan negara (dominan pemerintah) atau oleh masyarakat (dominan rakyat) tergantung realitas yang ada pada masing- masing negara.Selain kondisi di atas    dalam masyarakat timbul kelompok kepentingan yang ingin mengakseskan kepentingannya dalam hubungan dengan negara.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. KORPORATISME&#13;2. PLURALISME&#13;3. KELOMPOK KEPENTINGAN</topic>
 </subject>
 <classification>378.05 ILM 1-4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44622</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-10-31 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-10-31 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>