

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44865">
 <titleInfo>
  <title>Pergeseran kekuasaan legislatif daerah di era otonomi daerah berdasarkan undang-undang No.22 Tahun 1999</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Edi Suhartono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>bag. serial ILMU PENGETAHUAN SOSIAL:jurnal IPS dan pengajarnya. Fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 233-249</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Badan legislatif di negara demokrasi mempunyai peranan penting dalam menampung aspirasi rakyat  sekaligus sebagai corong penghubung pemerintah dengan rakyat. Sebagai lembaga perwakilan rakyat pada masa Orde Baru tarnyata badan legislatif peranannya sangat lemah dan kurang berdaya dalam menjalankan fungsinya. Bahkan secara praktis kedudukan legislatif jauh di bawah eksekutif meskipun secara yuridis sejajar  sehingga membawa kesan bahwa kedudukan badan eksekutif terlalau kuat dan sebaliknya badan legislatif terlalu lemah. Bergulirnya reformasi membawa angin segar kearah demokratisasi yang berdampak terjadinya pergeseran kekuasaan legislatif  yakni pemberdayaan fungsi dan kedudukan badan legislatif yang secara praktis berada pada posisi yang lebih kuat di atas eksekutif. Angin segar demokratisasi semakin bertiup ke daerah dengan lahirnya undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang lebih menekankan pada politik desentralisasi yang berupa pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah dan lebih meningkatkan peran dan fungsi badan legislatif daerah  baik sebagai fungsi legislasi  fungsi pengawasan maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Undang-undang ini bertujuan untuk mengangkat dan memberdayakan DPRD dengan memberikan hak kepada DPRD yang cukup luas yang diarahkan untuk menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat menjadi kebijakan daerah dan mengefektifkan fungsi pengawasan. Di samping itu undang-undang ini juga bertujuan meningkatkan pertanggung jawaban Pemerintah Daerah kepada rakyat.   </note>
 <subject authority="">
  <topic>1. OTONOMI DAERAH&#13;2. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN</topic>
 </subject>
 <classification>378.05 ILM 2001</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44865</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-12-05 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-12-05 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>