

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44896">
 <titleInfo>
  <title>Simulasi pengunaan diffuser pada turbin angin sumbu horisontal untuk kenaikan daya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sulistyo Atmadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Jurnal TEKNOLOGI DIRGANTARA. lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 41-52</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu cara meningkatkan daya keluaran turbin angin adalah dengan menggunakan diffuser. Adanya rasio luas kedua lubang pada diffuser menghasilkan kenaikan kecepatan sehingga daya yang dhasilkan juga akan semakin besar. Dalam penelitian ini diameter rottor di pilih sebesar 2 meter. Rasio diameter lubang diffuser di fareasikan sebesar 2.3.4 dan 5 kali sehingga diameter inlet diffuser masing-masing adalah 4.6.8. dan 10 m.Koefesiiwen daya rotor di asumsikan konstan sebesar 0.30. Distribusi kecepatan aliran udara di dalam difuser diperoleh dari simulasi menggunakan salah satu piranti lunak berbasis CFD. Udara masuk diffuser difareasikan dengan empat kecepatan yang berbeda. Sudut angin masuk diffuser divareasikan sebesar 00.300 dan 600. Hasil simulasis menunjukan bahwa pada sudut angin 00  variasi rasio diameter lubang diffuser sebesar 2.3.4. dan 5 masing- masing menghasilkan kenaikan daya sebesar 58.622. 3.169. dan 11.519 kali. Hasil simulasi juga menunjukan bahwa pada rasio diameter diffuser sama dengan dua kenaikan daya pada sudut 00 dan 600 masing-masing sebesar sekitar 58 dan 4kali.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TURBIN ANGIN&#13;2. DIFFUSER&#13;3. CFD</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR 2010</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44896</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-12-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-12-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>