

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-44899">
 <titleInfo>
  <title>Upaya peningkatan kualitas geometrik citra LAPAN-TUBSAT pada aplikasi surveilen</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Catur Aries Rokhmana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag.serial Jurnal TEKNOLOGI DIRGANTARA. lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN)</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 70-81</extent>
 </physicalDescription>
 <note>  Indonesia telah membangun dan mengoperasikan sistem satelit-mikro LAPAN-TUBSAT sejak tahun 2007 guna memdukung aplikasi surveilen atau pemantauan cepat obyek dipermukaan Bumi. LAPAN-TUBSAT membawa sistem kamera video utama sebagai sensor pencitraan dengan resolusi 5 m dan lebar cakupan 3 5km tetapi masih memiliki kelemahan geometrik. Tulisan ini mengulas sejumlah hal yang terkait dengan pemrosesan data hasil rekaman video LAPAN-TUBSAt sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas geometri dari citra LAPAN-TUBSAT. Model koreksi rektifikasi foto tunggal sederhana digunakan untuk koreksi geometrik. Sedangkan operator super-resolusi dicobakan untuk upaya peningkatan resoluisi citra video. Hasil percobaan dapat menghasilkan citra bergeorefrensi dengan kualitas geometik yang lebih baik. Di masa mendatang  perlu dilakukan percobaan untuk mengevaluasi kemampuan LAPAN-TUBSAT dalam menghasilkan informasi ketinggian (Z). Hal ini terkait dengan kemampuan manuver dari satelit untuk menghasilkan citra streo dengan nilai B/H rasio yang lebih baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. SISTEM VIDEOGRAFI&#13;2. SATELIT  LAPAN-TUBSAT&#13;3. PENINGKATAN KUALITAS GEOMETRIK CITRA</topic>
 </subject>
 <classification>629.13 JUR 2010</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-44899</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-12-06 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-12-06 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>