

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="-45374">
 <titleInfo>
  <title>Karakteristik dan Permasalahan Tanah Marginal dari Batuan Sedimen Masam di Kalimantan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nata Suharta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bag. Serial Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">ind</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Index Artikel</form>
  <extent>Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 139-146</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah marginal atau   suboptimal   memiliki potensi untuk pengembangan pertanian  baik tananman pagan  perkebunan  maupun tanaman hutan. Secara alami  tanah ini mempunyai kesuburan yang rendah dan peka terhadap erosi. Di Kalimantan  tanah marginal diperkirakan menepati areal seluas 30 15 juta ha atau 57 22% dari luas pulau  dengan jenis tanah utama terdiri atas Ultisols  sedikit Oxisols  dan Inceptisols. Tanah marginal dari batuan sedimen masam memiliki karakteristik fisik yang sangat ditentukan oleh jenis bahan induk tanah (batu pasir atau batu liat). Sifat kimia tanahnya menunjukkan sifat yang sama yaitu reaksi tanah masam  bahan organik bervariasi  serta nilai kapasitas tukar kation  basa basadapat tukar  kejenuhan basa  cadangan hara dan status hara P dan K rendah  tetapi memiliki kejenuhan alumunium  (AI) tiggi. Pengembangannya untuk pertanian  selain perlu memperhatikan sifat fisik dan kimia tanahnya  juga perlu mempertimbangkan kondisi reliefnya. Wilayah dengan relief datar sehingga berombak dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan semusim  sedangkan tanaman tahunan atau perkebunan dan hutan tanaman industri dapat dikembangkan hingga relief berbukit. Teknologi pegelolaan lahan seperti pemupukan untuk perbaiki kandungan hara tanah  pengapuran untuk meningkatkan pH tanah dan menurunkan reaktivitas AI  serta tindakan konservasi tanah sangat disarankan. Dewasa ini  tanah marginal banyak dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan  seperti kelapa sawit  karet  lada  dan hutan tanaman industri dan hanya sebagian kecil untuk tanaman pangan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>1. TANAH MARGINAL&#13;2. BATUAN SEDIMEN MASAM&#13;3. ULTISOLS</topic>
 </subject>
 <classification>630.72 JUR 27-2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>UPT Perpustakaan UM Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan UM</physicalLocation>
  <shelfLocator>2</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>-45374</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-01-29 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-01-29 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>