Index Artikel

Karakteristik dan Permasalahan Tanah Marginal dari Batuan Sedimen Masam di Kalimantan



Tanah marginal atau suboptimal memiliki potensi untuk pengembangan pertanian baik tananman pagan perkebunan maupun tanaman hutan. Secara alami tanah ini mempunyai kesuburan yang rendah dan peka terhadap erosi. Di Kalimantan tanah marginal diperkirakan menepati areal seluas 30 15 juta ha atau 57 22% dari luas pulau dengan jenis tanah utama terdiri atas Ultisols sedikit Oxisols dan Inceptisols. Tanah marginal dari batuan sedimen masam memiliki karakteristik fisik yang sangat ditentukan oleh jenis bahan induk tanah (batu pasir atau batu liat). Sifat kimia tanahnya menunjukkan sifat yang sama yaitu reaksi tanah masam bahan organik bervariasi serta nilai kapasitas tukar kation basa basadapat tukar kejenuhan basa cadangan hara dan status hara P dan K rendah tetapi memiliki kejenuhan alumunium (AI) tiggi. Pengembangannya untuk pertanian selain perlu memperhatikan sifat fisik dan kimia tanahnya juga perlu mempertimbangkan kondisi reliefnya. Wilayah dengan relief datar sehingga berombak dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan semusim sedangkan tanaman tahunan atau perkebunan dan hutan tanaman industri dapat dikembangkan hingga relief berbukit. Teknologi pegelolaan lahan seperti pemupukan untuk perbaiki kandungan hara tanah pengapuran untuk meningkatkan pH tanah dan menurunkan reaktivitas AI serta tindakan konservasi tanah sangat disarankan. Dewasa ini tanah marginal banyak dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan seperti kelapa sawit karet lada dan hutan tanaman industri dan hanya sebagian kecil untuk tanaman pangan.



Informasi Detail

Judul Seri
-
Kode Buku
630.72 JUR 27-2
No Reg
-
Penerbit Bag. Serial Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian : .,
Deskripsi Fisik
Sumber artikel:Jurnal. Halaman: 139-146
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Edisi
No. 4. Vol. 29 -2010
Subjek
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini